
Ketika saya menjelaskan salah satu pendapatan saya adalah dari Crypto. Banyak yang langsung bilang “ohhhh main bitcoin ya ?”, well, memang bitcoin adalah salah satu bentuk paling awal dan terkenal dari crypto, tapi di dunia crypto bukan hanya bitcoin saja lho, banyak yang lain. Thus, mari kita kenalan dengan beberapa elemen dasar crypto yaitu network, coin, gas fee, token dan exchanger.
Network / Chain

Dunia crypto tercipta dari teknologi yang bernama blockchain. Banyak referensi yang mendetail tentang blockchain, tapi secara sederhana adalah mekanisme untuk menyimpan secara mudah dan cepat serangkaian data. Rangkaian data ini akan tersimpan di banyak tempat, saling terhubung antara satu blok data dengan data lainnya dan memiliki konsistensi yang tetap. Karakter rangkaian data, membuat blockchain menjadi tempat ideal untuk menyimpan informasi yang bersifat penting, terpercaya, bisa diaudit dan terkinikan dengan cepat. Nah, untuk melakukan hal tersebut, diperlukan banyak komputer yang saling bekerja sama satu dengan lainnya untuk melakukan proses komputasi yang diperlukan. Rangkaian komputer yang saling terhubung ini kemudian kita sebut sebagai network atau chain.
Ada banyak network dalam dunia crypto, Bitcoin sendiri sebenarnya adalah salah satu dari sekian banyak network yang ada. Selain Bitcoin ada Ethereum Network, Binance Smart Chain, Avalanche, Polygon, Fantom, Cronos, Aurora dan lain-lain. Masing-masing network tentunya menawarkan kelebihan dan kekurangannya masing-masing.
Ketika melakukan transaksi di crypto, maka wajib hukumnya kita memilih satu diantara network yang ada. Network ini akan menjadi batasan ruang lingkup transaksi yang akan kita lakukan. Termasuk juga tentang Gas Fee dan jeni Coin yang akan digunakan sebagai Gas.
Coin dan Gas Fee
Tidak seperti dunia perbankan, blockchain tidak memiliki institusi seperti bank sentral yang bisa mengintervensi transaksi didalamnya. Di dunia crypto semuanya berjalan secara otomatis dan konsisten. Karena hal ini, maka transaksi yang ada diproses secara bersama oleh semua pengguna network. Disini diperlukan suatu mekanisme untuk memberikan reward/hadiah kepada anggota yang melakukan proses transaksi. Reward ini juga sebagai insentif kepada siapapun untuk bergabung meramaikan sebuah network. Reward ini lazim disebut sebagai gas fee.
Coin, diperlukan sebagai bentuk unit dari gas fee yang akan ditransaksikan. Setiap network memiliki coin-nya masing-masing. Bitcoin dengan BTC, Ethereum dengan ETH, Binance Smart Chain dengan BNB, Avalanche dengan AVAX dan seterusnya. Periodic table dibawah ini menggambarkan jenis-jenis network yang ada dan coin yang mereka gunakan sebagai satuan gas-nya. Keep in mind, bahwa table ini akan berubah dengan bertambahnya network yang ada.

Mendapatkan keuntungan dari Token
Nah selain coin yang digunakan sebagai unit dasar gas fee. Para pengembang blockchain juga bisa membangun aneka utilitas didalam network blockchain. Utilitas ini umumnya memiliki satuan unit sendiri yang digunakan sebagai dasar transaksi mereka. Bentuk logik dari satuan tersebut kita kenal dengan nama token. Di dunia crypto banyak sekali token yang beredar, hampir setiap hari token baru muncul. Masing-masing token ini membawa fungsinya masing-masing. Ada yang murni digunakan hanya sebagai pertukaran asset, ada yang berfungsi sebagai governance (seperti saham) dalam sebuah aplikasi atau utilitas, dan ada juga yang berfungsi sebagai satuan reward/hadiah yang diberikan kepada pengguna aplikasi.
Pemilik token bisa mendapatkan keuntungan dari dua cara. Pertama, adalah melalui apresiasi harga dari token yang bersangkutan. Kedua, adalah melalui penambahan jumlah token yang dimiliki dari deviden yang dibagikan atas hasil kerja aplikasi/utilitas yang dikembangkan.
Apa contoh token yang cukup populer ? Doge dan Shiba adalah dua contoh token yang terkenal membuat banyak orang menjadi kaya mendadak murni melalui apresiasi harga token. Sandbox, adalah token lain yang memberikan keuntungan kepada pemegangnya, melalui peningkatan apresiasi harga karena orang melihat potensi yang dimiliki oleh utilitas yang dikembangkan, game dan metaverse, dan juga melalui pembagian reward kepada mereka yang melakukan “staking” didalam Sandbox.
Lebih detail tentang bagaimana kita mendapatkan keuntungan dari Coin dan Token ini nanti baiknya dibuat di tulisan terpisah.
Bagaimana menukarkan token dengan uang dunia nyata. Perkenalkan crypto exchange !!!
Oke, jadi, setelah kita memiliki keuntungan baik dari Coin atau Token, bagaimana caranya kita bisa menggunakan coin atau token tersebut di dunia nyata, untuk beli beras misalnya, bayar sekolah anak, dan lain-lain. Perkenalkan Crypto Exchange.
Seperti namanya, Crypto Exchange, adalah suatu institusi atau aplikasi yang berfungsi untuk melakukan pertukaran coin atau token dengan asset lain. Pertukaran ini bisa terjadi antara coin dengan token, token dengan token atau coin dan token dengan “fiat” (uang nyata yang biasa kita pakai, seperti rupiah, dollar, euro, dan lain-lain).
Ada dua jenis exchanger, pertama adalah decentralized exchange atau exchange tersebar biasa juga disingkat dengan DEX. DEX ini umumnya adalah sebuah aplikasi diatas jaringan blockchain. Pengguna biasanya memilih DEX karena DEX lebih memiliki filosofi blockchain, seperti tidak perlu identifikasi diri, eksekusi hampir saat itu juga / cepat, biaya lebih murah dan lebih transparant. Sayangnya, sebagian DEX hanya berfungsi sebagai pertukaran antar coin atau token saja. Beberapa contoh DEX yang terkenal adalah uniswap, pancakeswap, tradejoe, dan lain-lain.
Selain DEX yang bersifat tersebar, ada juga Centralized Exchange, atau Penukar Terpusat, atau disingkat CEX. CEX ini umumnya, diawasi oleh otoritas keuangan dinegara dimana CEX didirikan dengan mengkikuti kebijakan dari pemerintah yang bersangkutan, seperti KYC (Identifikasi Pengguna) misalnya. Kelebihan dari CEX adalah, umumnya CEX bisa menfasilitasi pertukaran dari coin/token dengan fiat dan sebaliknya. Beberapa contoh CEX yang legal di Indonesia adalah Indodax, TokoCrypto dan Pintu.
Leave a comment